Jumat, 18 Maret 2016
my beloved enemy
Dear my enemy, apa kabar? Baik? Pasti baik... kelihatannya baik-baik aja. Aku gak tau kita ini apa, katamu teman, kataku musuh, tapi ingin hatiku kita sahabat.
Sekarang aku kalah, kau jauh berubah.
Tentang kedewasaan, aku kecil di depanmu. Aku masih sama. Tak beranjak. Sama seperti gadis kecil yang kau kenal dulu. Yang tak pernah berpikir matang melakukan sesuatu, yang emosinya selalu meluap-luap, yang melempar apapun didekatnya kalau udah naik darah.
Sudah 3 tahun gak ketemu.
Kalau diingat-ingat dulu kita suka sekali bersaing dalam hal apapun. Sekarang, mungkin aku harus berpikir dua kali untuk duel. Selain kau jauh tentang jarak, kau juga jauh tentang semuanya dariku, kecuali mungkin untuk yang namanya akademik. Aku masih belum mengibarkan bendera putih. Hhehe.
Itulah sebabnya disini aku tak ingin iri dengan siapapun. Mungkin hanya denganmu aku ditakdirkan untuk merasa iri. Trauma bersaing darimu bhahaha yaa..kali... kau disana gimana?
Apa jadinya kalau kita ketemu yaa?? Mungkin aku bakalan menyusut jadi elf atau meleleh seperti margarin yang ditaruh di atas wajan. Oh mengerikan. Aku selalu penasaran dengan kisah kita selanjutnya di masa depan.
Oke sekian dulu tentangmu. Sorry for unfriend before, my beloved enemy :*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar